Program ini diberi tajuk Asteroid Grand Challenge. Tujuannya adalah mendeteksi dan mengidentifikasi asteroid yang mengancam atau mengarah ke Bumi.
Dilansir Space.com, Kamis 5 Desember 2013, kedua lembaga itu tengah mencari ide perlombaan, misalnya membuat peranti lunak apa yang bisa membantu menemukan batu ruang angkasa agar pesertanya bisa lebih maksimal.
NASA hanya mengatakan akan mengelar kompetisi kontes algoritma dengan menggandeng Planetary Resources Inc. Direncanakan program ini akan dibuka pada awal tahun depan.
Menurut keterangan NASA, kompetisi yang diselenggarakan itu akan mengambil manfaat dari data survei langit pada platfrom Asteroid Zoo, program yang dikembangkan kedua lembaga.
Program Asteroid Zoo kini tengah mengembangkan Zooniverse, sebuah website warga. Dengan adanya website ini, peserta akan terbantu dalam penelitian proyek asteroid dalam bidang yang berbeda.
Pihak Planetary Resources mengharapkan siswa atau mahasiswa, warga biasa hingga penggemar ruang angkasa agar dapat memanfaatkan program ini untuk menemukan asteroid.
Rahasiakan Hadiah
"Asteroid memegang sumber daya yang diperlukan untuk menumbuhkan sebuah keberlanjutan, bahkan kehadirannya yang tak terbatas di ruang angkasa bisa untuk ilmu pengetahuan, perdagangan, dan kelanjutan kemakmuran di Bumi," ujar Chris Lewicky, Presiden dan Chief Engineer Planetary Resources.
"Dengan memanfaatkan ketertarikan masyarakat pada program deteksi asteroid dan ruang angkasa, kita bisa lebih cepat mengidentifikasi adanya potensi ancaman asteroid," tegas dia.
Awal tahun ini, NASA juga mengumumkan rencana menangkap sebuah asteroid, kemudian membawanya ke orbit bulan. Sehingga memudahkan astronot untuk menyelidiki batuan ruang angkasa itu. Proyek ini direncanakan bisa terwujud pada tahun 2021 mendatang.
Source: viva.co.id



No comments:
Post a Comment